Янв. 24, 2026 Live from the road

Sudaji, Bali

Reported by Salil Wilson, Suhasini Septiarini 4.0 km

The enthusiastic students SMK Negeri 1 Kubutambahan and Zips Hotel &Restaurant Management met us as we arrived at the sports field of Sudaji.

Para siswa SMK Negeri 1 Kubutambahan dan Zips Hotel & Restaurant Management dengan antusias menemui kami di lapangan olahraga Desa Sudaji.

It wasn't long before we began our 1 mile run to meet the rest of the younger students at their school: SD Negeri 4 Sudaji

Tidak berapa lama kemudian, kami mulai lari sejauh 1,6 KM untuk bertemu dengan para siswa SD Negeri 4 Sudaji

Paramananda led the way.

Paramandanda memimpin kami.

We had a scenic run through the village streets and paths. All of it up a pretty steep hill!

Jalur yang kami lewati sungguh permai melewati jalanan kecil pedesaan. Banyak tanjakan yang terjal.

It was delightful to be in the Balinese countryside.

Sungguh menyenangkan berada di pedesaan Bali.

We finally made it.

Akhirnya kami tiba di sekolah.

We were charmed and captivated by the traditional Balinese welcome dance.

Kami terpukau dan terkesima disambut tarian tradisional Bali.

Zanzan, co-owner of Omunity with Putu, made the introductions.

Zanzan, co-owner of Omunity dan Putu, memberi sambutan.

The Principal I Gede Dodik Sanjiartha welcomed the team

Kepala Sekolah I Gede Dodik Sanjiartha menyambut tim.

A moment of silence.

Hening sejenak.

Passing the torch.

Bergiliran memegang obor.

Now it was time for a lap of the school led by the Principal.

Sekarang waktunya lari keliling lapangan sekolah dipimpin oleh Bapak Kepala Sekolah.

Pragati presents the school with an artwork by Sri Chinmoy entitled "World Harmony".

Pragati menyerahkan lukisan Sri Chinmoy yang berjudul "World Harmony".

Next we had to run to Omunity, a lovely homestay in Sudaji owned by Putu and Zanzan, where a delicious lunch awaited us.

Kemudian kami berlari menuju Omunity, pondok wisata yang elok yang dimiliki oleh Putu dan Zanzan, hidangan makan siang yang nikmat menanti kami.

Omang, Putu and Zanzan youngest son presents the torch to Grandma.

Omang, si bungsu putra Putu dan Zanzan, menyerahkan obor kepada Nenek.

Some of the women's team.

Beberapa orang dari tim wanita.

Omang and Paramananda.

Omang dan Paramananda.

mmmmm lunch time!!!

All gratitude to Zanzan, Putu and the Omunity Team.

mmmmm makan siang!!! Terima kasih kepada Zanzan, Putu dan Tim Omunity.

Torch carried by
Eka Asrini (Indonesia), Ella Laila Damayanti (Indonesia), Kanyaka Arini (Indonesia), Ketut Sudika (Indonesia), Lunthita Duthely (United States), Muneendra Kohout (Czech Republic), Nyoman Sukerta (Indonesia), Paramananda . (Indonesia), Pragati Pascale (United States), Putu Ekawati (Indonesia), Salil Wilson (Australia), Shashibala Artini (Indonesia), Suhasini Septiarini (Indonesia).  
Photographers
Paramananda .
The torch has travelled 4.0 km in Sudaji, Bali.

Latest reports from Indonesia - 2026

view all

Latest reports - around the world:

view all